Mendidik Anak Agar Mandiri
Salam-Online*
Kemandirian
anak harus dibina sejak dini. Beberapa hal di bawah
ini perlu diperhatikan orang tua yang menginginkan
anaknya tumbuh menjadi pribadi mandiri.
Tumbuhkan rasa percaya diri.
Rasa percaya diri memegang peranan penting. Rasa itu
dapat tumbuh jika anak diberi kepercayaan untuk
melakukan hal yang mampu dia kerjakan sendiri.
Misalnya, saat bayi sudah bisa memegang botol
sendiri, bantu dia supaya benar-benar bisa
melakukan.
Pahami risiko anak belajar.
Jangan takut rumah kotor. Itu risiko yang harus
dihadapi saat anak belajar makan atau berjalan.
Plastik besar yang diletakkan di bawah meja makan
dapat memudahkan Anda saat akan melakukan
pembersihan.
Beri kepercayaan.
Hal terbesar yang dapat menghambat rasa percaya diri
pada anak adalah kekhawatiran dan ketakutan orang
tua. Perasaan takut dan khawatir sering kali membuat
orang tua mengerjakan pekerjaan anak yang sebenarnya
bisa mereka lakukan sendiri. Jika menginginkan anak
Anda mandiri maka konsekuensinya harus benar-benar
memberi kepercayaan. Tentu saja, semuanya sesuai
dengan ukuran usia.
Komunikasi terbuka.
Sediakan waktu untuk berkomunikasi secara terbuka.
Bila anak Anda tertutup, pancing dengan pertanyaan
ringan tentang kegiatannya hari itu. Jangan langsung
melarang bila Anda tidak setuju dengan kegiatannya.
Tanyakan dulu apa alasan si anak. Kalau buah hati
bertanya tentang suatu hal, beri penjelasan yang
mudah dimengerti.
Kebiasaan.
Salah satu peranan orang tua dalam kehidupan
sehari-hari adalah membentuk kebiasaan. Kalau anak
sudah terbiasa dimanja dan selalu dilayani, dia akan
menjadi anak yang selalu tergantung kepada orang
lain.
Disiplin.
Kemandirian berkaitan erat dengan disiplin. Sebelum
seorang anak dapat mendisiplinkan dirinya sendiri,
dia terlebih dahulu harus didisiplinkan oleh orang
tuanya. Syarat utama dalam hal ini adalah pengawasan
dan bimbingan yang konsisten dan konsekuen. Jika
Anda bekerja, yakini betul bahwa pengasuh anak
konsisten dan terampil dalam memberlakukan disiplin
belajar yang Anda terapkan.
Jangan terus ‘menyuapi’.
Memberikan tambahan kursus belajar tambahan bukan
cara yang tepat untuk mendidik anak. Guru les
biasanya punya kecenderungan untuk terus ‘menyuapi’
muridnya. Ingatlah, disiplin belajar harus dimulai
dari rumah.
* Thanks to
http://72.14.235.104/indika.net.id